Senin, 13 Agustus 2018

Klaim Asuransi Jiwa Ribet? Ini Cara Menyederhanakannya

Sebenarnya asuransi memang bukanlah tempat untuk berganti rugi. Namun pada dasarnya asuransi merupakan tempat untuk berbagi terhadap segala risiko yang mungkin terjadi. Terlebih lagi setiap jenis asuransi tentunya memiliki cara klaim yang berbeda. Bahkan kebanyakan orang mengatakan bahwa cara klaim asuransi jiwa itu ribet. Benarkan? Nah berikut cara menyederhanakannya.

Klaim Asuransi Jiwa Ribet? Ini Cara Menyederhanakannya

Alasan Pengajuan Klaim Asuransi Harus Jelas
Pada dasarnya hal paling utama yang perlu Anda perhatikan ketika hendak mengajukan klaim asuransi adalah alasan pengajuan klaim itu sendiri. Pada dasarnya cara klaim asuransi jiwa tidak akan ribet jika alasan pengajuan klaim jelas. Terlebih lagi alasan inilah yang kerap menjadi faktor utama mengapa pengajuan klaim asuransi jiwa Anda ditolak.

Biasanya di dalam polis asuransi ada pihak yang tertanggung. Jadi apabila pemegang polis meninggal dunia atau kecelakaan dan kemudian meninggal dunia, maka Anda berhak mengajukan klaim asuransi. Namun perlu untuk diingat, biasanya pihak perusahaan asuransi hanya mau menerima pengajuan klaim jika pihak yang tertanggung meninggal secara alami.

Adanya Akta Kematian
Hal selanjutnya yang perlu Anda perhatikan ketika hendak mengajukan klaim asuransi jiwa adalah adanya akta kematian. Pada umumnya akta kematian merupakan salah satu dokumen penting yang perlu Anda lengkapi saat mengajukan klaim asuransi jiwa. Untuk itu pastikan Anda melengkapi dokumen yang satu ini sebelum memutuskan untuk mengajukan klaim asuransi jiwa.

Mengapa akta kematian harus dilengkapi ketika hendak mengajukan klaim asuransi jiwa? Pasalnya, akta kematian merupakan dokumen bukti kematian. Tak hanya itu saja, bahkan terkadang pihak asuransi juga akan mengajukan beberapa pertanyaan kepada Anda seperti berapa nomor polis asuransi tertanggung, kapan tertanggung meninggal, status polis, dan lain sebagainya.

Isi Formulir yang Diberikan Pihak Asuransi
Ketika Anda hendak mengajukan klaim asuransi jiwa, langkah selanjutnya yang harus Anda lakukan adalah Anda diwajibkan untuk mengisi sejumlah formulir sebagai bukti pengajuan klaim asuransi jiwa Anda. Bahkan Anda diwajibkan untuk mengisi formulir tersebut secara lengkap dan sesuai dengan data yang sebenarnya.

Sediakan Dokumen Pendukung
Ternyata tak hanya akta kematian saja yang harus Anda lengkapi selama mengajukan klaim asuransi jiwa. Namun juga ada beberapa dokumen pendukung yang harus Anda siapkan agar proses klaim asuransi Anda diterima dan berjalan lancar hingga proses pencairan dana.

Beberapa dokumen yang perlu Anda lengkapi selama proses klaim asuransi jiwa adalah akta kematian dari pamong praja, surat keterangan dari dokter yang berisikan penyebab kematian jiwa yang tertanggung, polis dan endorsement asli, keterangan autopsi jenazah, surat bukti pemakaman dari dinas pemakaman, dan berbagai dokumen penunjang proses klaim asuransi lainnya.

Perhitungan
Setelah beberapa hal dan syarat di atas sudah terpenuhi, maka langkah terakhir dari proses pengajuan klaim asuransi jiwa adalah proses analisis dan perhitungan berapa jumlah dana yang akan dibayarkan dan diterima oleh ahli waris. Pada umumnya jumlah dana yang akan dibayarkan kepada ahli waris akan ditentukan oleh pihak perusahaan asuransi.

Selain itu, pihak perusahaan asuransi juga hanya akan mencairkan dana hanya ketika semua proses pengajuan klaim asuransi jiwa dianggap benar dan sah. Setelah semua proses selesai, biasanya pihak asuransi akan meminta nomor rekening ahli waris. Pada umumnya proses pencairan dana ini akan berlangsung lama. Terlebih lagi jika polis asuransi tersebut memiliki nominal yang tinggi.

Itulah beberapa cara klaim asuransi jiwa. Pada dasarnya proses pengajuan klaim asuransi tidak akan ribet jika Anda mengikuti prosedur di atas. Namun bagi Anda yang menginginkan produk asuransi dengan klaim yang tidak ribet, kini sudah banyak produk asuransi dengan keistimewaannya masing-masing yang bisa Anda pilih di prudential.co.id.